Diskusi Serius Secara Online
Dua Perampok Dapat Anugerah Darwin Awards 2009
Anwar Khumaini – detikNews
Foto: bbc.com
Jakarta – Dua perampok bank dinyatakan sebagai pemenang Darwin Awards 2009. Mereka menang setelah meledakkan diri saat mencoba membuka mesin ATM di salah satu bank.
Seperti dilansir ananova.com, Selasa (5/1/2010), kedua perampok tersebut berkewarganegaraan Belgia. Saat merampok, mereka membawa bahan peledak yang digunakan untuk meledakkan ATM. Namun tak cuma menghancurkan mesin ATM, ledakan bahan peledak juga merusak semua gedung bank.
Saat polisi tiba di lokasi, mereka menemukan salah satu dari dua perampok tersebut masih hidup dengan cedera di kepala yang sangat parah. Petugas langsung membawanya ke rumah sakit. Namun tak lama setelah itu, pria tersebut pun akhirnya tewas.
Penyelidik awalnya berasumsi bahwa komplotan perampok tersebut berhasil kabur, tetapi ternyata setelah dilakukan penggalian reruntuhan gedung, mayat pelaku ditemukan.
Wendy Northcutt, pendiri penghargaan tahunan ini, menyatakan kedua perampok tersebut layak mendapatkan Darwin Awards. Penghargaan itu diberikan karena mereka telah melakukan hal yang paling berharga dalam hidupnya yakni memperbaiki gen manusia dengan menyingkirkan diri dari gen tersebut dengan cara meledakkan diri.
Saingan utama kedua perampok ini yang akhirnya mendapatkan posisi runner up adalah Shawn Motero, yang terjebak dalam kemacetan lalu lintas di Florida ketika ia harus menjawab ‘panggilan alam’, buang air besar. Karena kebelet, dia lantas keluar dari mobil dan langsung melompati tembok beton untuk menemukan tempat buang air yang tersembunyi.
Sayangnya, pria berusia 30 tahun itu tidak menyadari bahwa dia berada di sebuah jembatan. Dia pun jatuh 65 kaki dan akhirnya tewas seketika.
Di tempat ketiga yang mendapatkan nominasi Darwin Awards adalah Rosanne Tippett. Dia adalah wanita pertama yang pernah dinominasikan untuk meraih penghargaan ini.
Tippett mendapatkan penghargaan ini lantaran berani menerjang sungai yang sedang banjir meskipun ada peringatan dilarang melintasi sungai itu. Dia berhasil diselamatkan oleh polisi, namun meninggal setelah melompat kembali ke sungai. (anw/mpr)
Posted in UncategorizedBeautiful Class
Cahaya Mata
Burj Khalifa Memecahkan Semua Rekor
Senin Pertama
Persiapan pengamatan gerhana matahari cincin 15 Januari 2010
Prediksi gerhana matahari 15 Januari 2010 dapat dilihat di http://www.eclipse.org.uk/eclipse/0132010/
Penampakan dari bandung dapat dilihat di http://www.eclipse.org.uk/eclipse/Bandung_Indonesia.html
Gambar awal dan akhir gerhana:di Bandung:
Gambar animasi gerhana yang dapat diamati dari Bandung
Pengamatan Gerhana Bulan 1 Januari 2010
Kumpulan foto-foto dapat dilihat di http://www.ee.itb.ac.id/~waskita/image/tid/66
Sore harinya masih hujan , pada malam hari kondisi atmosfer kurang stabil sehingga kualitas foto yang dihasilkan kurang tajam. Selain itu ada juga awan tipis yang menghalangi pengamatan.
Ketika Anak-anak Sudah Pandai Bicara Soal Cinta
Masa libur tahun baru kemarin saya tidak pergi ke mana-mana, hanya di rumah saja. Sesekali saya hidupkan pesawat TV — yang biasanya jarang saya tonton. Secara tidak sengaja remote control saya tiba pada sebuah acara yang heboh, yaitu acara Idola Cilik yang merupakan ajang penjaringan bakat menyanyi bagi anak-anak. Namun, hati saya langsung masygul menyaksikan anak-anak itu menyanyi. Jangan harap anak-anak itu menyanyikan lagu seperti Ambilkan Bulan Bu, Naik Kereta Api, Menaman Jagung, dan lain sebagainya. Itu sudah kuno! Lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu orang-orang dewasa yang berbicara tentang cinta, kepedihan cinta, kesetiaan cinta, atau yang temanya tidak jauh dari cinta-cinta itu. Mereka lebih akrab dengan lagu yang dinyanyikan oleh Afgan atau dari boy’s band seperti PeterPan, Nidji, Kuburan, dMasiv, dan lain-lain. Alaamaakk.. anak usia SD yang paling banter umurnya 10 hingga 12 tahun itu sudah pandai menyanyikan lagu-lagu cinta. Anak-anak itu menyanyi dengan pedenya dan penuh penghayatan dan tanpa merasa risih mereka melantunkan bait-bait lagu tentang kekasih. Penonton di studio juga anak-anak dan orangtua peserta yang mendampingi.
Entah apa yang di dalam benak produser acara itu ya. Sama sekali mereka tidak memikirkan aspek pendidikan pada program acara yang mereka buat. Aspek komersil tampaknya lebih dikedepankan ketimbang unsur pendidikan. Yang penting bagaimana acara itu laku, penontonnya banyak, pesertanya membludak, dan iklan yang masuk antri berbaris.
Itu baru satu contoh saja. Suatu kali ketika saya meminjam CD film di sebuah rental untuk diputar di rumah dan nonton bareng keluarga, saya perhatikan di rental itu ada beberapa anak SD sedang memilih film-film Indonesia yang notabene film orang dewasa namun berkedok film komedi atau horor. Film-film sampah itu sebenarnya film yang tidak jauh-jauh dari seks namun supaya tidak dianggap film porno maka dibungkus dengan cerita komedi. Saya tidak bisa membayangkan anak-anak itu memutar CD film itu di rumah, apakah dengan pengawasan orangtua atau menonton secara sembunyi-sembunyi.
Lain waktu ketika saya sedang berada di dalam warnet dekat rumah, saya melihat anak-anak masih berpakaian SD asik mengakses internet. Anak-anak seusia itu tampaknya sudah keranjingan internet. Dengan sewa internet yang murah, hanya Rp 2.500 per jam, mereka bebas menyewa internet di warnet-warnet yang sekarang menjamur. Okelah kalau menggunakan internet untuk mencari bahan tugas sekolah atau sekadar main game online, tapi kalau mereka sembunyi-sembunyi mengakses situs pornografi bagaimana? Pengelola warnet sih tidak mau tahu apa yang diakses oleh anak-anak itu, yang mereka pikirkan bagaimana pengunjung warnetnya ramai dan dapat keuntungan besar. Soal moral atau budi pekerti itu bukan urusan mereka.
Maka, saya tidak heran jika anak-anak sekarang cepat sekali “matang”. Kecil-kecil tapi sudah paham bicara soal cinta, apalagi soal (maaf) seks. Pengaruh dari lingkungan luar sangat besar membuat anak-anak itu cepat dewasa sebelum waktunya. Jangan heran kalau usia pubertas anak-anak sekarang sudah makin maju saja. Masih SD tapi sudah haid, atau masih SD tapi sudah “mimpi basah”. Cerita tentang anak SD memperkosa temannya sudah sering kita dengar. Cerita tentang anak SD tapi sudah pintar soal love juga sudah tidak aneh lagi. Itulah dunia anak-anak sekarang, wajah sih polos imut-imut tapi pengetahuan mereka tentang masalah orang dewasa bikin kita tersenyum pahit.
Maka, kunci untuk fenomena di atas ada [pada pendidikan di dalam keluarga. Pendidikan di dalam keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anak itu cepat matang sebelum waktunya atau mencegah mereka melakukan tindakan yang belum pantas untuk seumur dia. Kendalikan pesawat TV dan media — termasuk internet — di rumah, karena dari TV lah pangkal semua persoalan ini. Orangtua jangan sibuk terus sehingga mereka lepas pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. Selain itu, penanaman didikan agama sejak dini merupakan wahana untuk membentengi anak-anak dari serbuan budaya global yang bersifat merusak.
Good way to die?
Fluktuasi
Middelbare Akte
If you were a computer…
- You could add/remove someone in your life using the control panel.
- You could put your kids in the recycle bin and restore them when you feel like it!
- You could improve your appearance by adjusting the display settings.
- You could turn off the speakers when life gets too noisy.
- You could click on “find” (Ctrl, F) to recover your lost remote control and car keys.
- To get your daily exercise, just click on “run”!
- If you mess up your life, you could always press “Ctrl, Alt, Delete” and start all over!
(http://www.thatwasfunny.com)